Ya Allah, jika aku tidak pantas untuk menerima rohmat-Mu, maka rohmat-Mu pantas untuk menerimaku. Sesungguhnya rohmat-Mu lebih luas dari segala sesuatu !!! | ArjuRohmah |
WARNING !!!
Mohon maaf, saat ini ArjuRohmah lebih fokus di Pelangi Blog

Breaking News

Thursday, November 20, 2014

Sholawat Fatikh : Fadhilah dan Terjemah

Saya masih mengingat ketika saya belajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qu’an) dulu, ustadz dan ustadzah mengajarkan kepada saya sebuah sholawat yang disebut sholawat Fatikh. Sholawat Fatikh biasa dibaca oleh para santri menjelang pelajaran ngaji. Anda mungkin juga sudah pernah mendengar tentang sholawat Fatikh, atau Anda memang sudah menghafalnya.

Apa fadhilah membaca sholawat Fatikh ?
Fatikh memiliki arti pembuka. Sesuai dengan nama dan isinya, maka sholawat Fatikh bisa diniati untuk :

1. Membuka pintu rizki
2. Membuka pintu ilmu
3. Membuka kemudahan dan menghilangkan kesulitan hidup
4. Membuka hati agar sadar dan bertaubat
5. Membuka pertolongan, dan lainnya.

Sholawat Fatikh biasa dilafalkan untuk membuka kemudahan dan menghilangkan kesulitan. Tetapi, ini tergantung pada niat dan keinginan Anda, Anda bisa membacanya untuk diri Anda sendiri atau untuk orang lain. Bacalah secara rutin setiap hari setelah selesai sholat, Insya’allah, Allah akan memberikan kemudahan pada urusan Anda.

Adapun lafadh dari Sholawat Fatikh adalah sebagaiu berikut :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقُ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِى اِلَى صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

“Ya Allah, limpahkanlah rohmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, pembuka sesuatu yang tertutup, penutup sesuatu yang terdahulu (penutup para nabi dan rosul), penolong kebenaran dengan kebenaran, dan penunjuk ke jalan yang lurus, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, sepantas derajat dan kedudukan beliau yang agung”

Read more ...

Wednesday, November 19, 2014

Sholawat Tibbil Qulub : Terjemah dan Fadhilah

Sholawat Tibbil Qulub adalah sholawat yang sering digabungkan bersama pembacaan doa, entah doa setelah sholat, doa ketika syukuran, doa ketika berkhutbah, dan doa-doa lainnya. Tibbil Qulub artinya adalah penyembuh atau obat hati. Sholawat Tibbil Qulub juga sering diajarkan di beberapa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), khususnya di kalangan pedesaan.

Fadhilah Membaca Sholawat Tibbil Qulub 
Membaca sholawat artinya berdoa kepada Allah dengan wasilah kepada Rosulullah SAW agar doa bisa terkabul. Adapun fadhilah membaca sholawat Tibbil Qulub secara istiqomah setiapa hari adalah sebagai berikut :

1. Menyembuhkan dan mengobati hati dari sifat tercela dan kegundahan
2. Mengobati tubuh dari beberapa penyakit (memberikan kesehatan)
3. Memberi cahaya dan sinar bagi mata hati

Berikut ini adalah bacaan sholawat Tibbil Qulub :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ

“Ya Allah, berikanlah rohmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad sebagai penyembuh hati sekaligus obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, yang menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan barokah dan kesejahteraan”

Read more ...

Tuesday, November 11, 2014

Sayyidul Istigfar (Raja Istigfar) dan Terjemah

Sayyidul Istigfar adalah raja dari istigfar, ini adalah sebuah bacaan yang mengungkapkan kesalahan dan pengakuan dosa yang kita lakukan kepada Allah. Tentu saja manusia banyak melakukan kesalahan dan kemaksiatan kepada Allah di setiap nafas dan langkah. Lalu Sayyidul Istigfar adalah pengakuan sekaligus permohonan ampun untuk semua dosa yang kita lakukan. Rosulullah SAW sangat menganjurkan untuk membaca doa ini setiap hari. Dan jika kita bisa membaca dan meresapi doa ini di hati, maka sebesar apapun dosa yang kita lakukan akan terhapus. Berikut adalah bacaan serta terjemah sayyidul Istigfar :

اَللّٰهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ ، لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ ، وَاَنَا عَلٰى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَاَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ ، فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau, Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku terikat oleh genggaman-Mu dan janji-Mu semampuku, aku berlindung kepadamu dari keburukan yang telah aku perbuat, aku mengakui nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui dosaku lalu ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau" 
Read more ...

Thursday, October 23, 2014

Kisah Sa'dun Al-Majnun : Berdoa Meminta Hujan dan Langsung Terkabulkan

Diceritakan pada masa Syekh Ato’ As-Silmy, Allah memberikan cobaan kepada para penduduk dengan tidak menurunkan hujan selama beberapa waktu. Kemudian Syekh Ato’ As-Silmy mecoba untuk mengajak kepada para warga desa untuk melakukan sholat istisqo’. Beliau bersama para penduduk berencana untuk sholat dan berdoa kepada Allah agar Dia menurunkan hujan.

Ketika berada di tengah perjalanan menuju padang lapang, beliau bertemu dengan Sa’dun Al-Majnun yang berada di sekitar lokasi pemakaman atau kuburan. Sa’dun mendapatkan julukan Al-Majnun artinya gila, beliau adalah salah satu kekasih Allah yang benar-benar berniat untuk hidup karena Allah semata, sehingga beliau lupa dengan semua urusan duniawi. Ini membuat beliau melakukan aktivitas yang tidak biasa dan terlihat seperti orang gila, untuk itu beliau mendapatkan julukan Al-Majnun atau gila.

Kemudian, Sa’dun Al-Majnun menoleh kepada Syeh Ato’ As-Silmy dan berkata “Wahai Ato’, apakah ini adalah hari dimana manusia dikumpulkan dan dibangkitkan dari alam kubur ?”. Syekh Ato’ As-Silmy pun menjawab “Bukan, tetapi hujan kerap tidak turun kepada kami, sehingga kami keluar untuk berdoa meminta hujan”. Sa’dun Al-Najnun berkata lagi “Wahai Ato’, dengan hati bumi atau hati langit ?” (Maksudnya dari hati bumi adalah hati yang masih ternoda dan terlena oleh urusan dunia dan maksiat, sedangkan hati langit adalah hati yang benar-benar bersih dan menginginkan rohmat Allah). Syehk Ato’ As-Silmy pun menjawab “Tidak, tetapi dengan hati langit”. Sa’jun Al-Majnun berkata lagi “Aduh wahai Ato’, katakan kepada orang-orang yang melakukan dosa secara terang-terang, jangan melakukan dosa secara terang-terang !!! Karena sesungguhnya Dzat yang Maha meneliti selalu melihat”.

Kemudian Sa’dun Al-Majnun menegadahkan kepala ke atas langit sambil memejamkan mata dan berdoa “Wahai Tuhanku, Wahai Bagindaku, janganlah Engkau menghancurkan negara-negara-Mu karena dosa hamba-hamba-Mu. Demi rahasia yang tersimpan dari asma-asma-Mu dan sesuatu yang bisa membuka hijab dari keluhuran-Mu, maka turunkanlah hujan yang deras dan lebat kepada kami, yang bisa menghidupi hamba-hamba-Mu dan menyegarkan negara-negara-Mu. Wahai Dzat yang berkuasa atas segala sesuatu”.

Maka sebelum doa tersebut dipanjatkan secara sempurna, maka tak henti-henti langit mengeluarkan suara guntur dan kilat, lalu hujan turun dengan sangat lebat. Sa’jun Al-Majnun pun segera menyingkir sambil menyanyikan sebuah lagu :

Beruntung orang-orang yang zuhud dan orang-orang yang ahli ibadah,
Karena kepada Tuan mereka, mereka mengosongkan perut,
Mereka tidak memejamkan mata karena cinta,
Mereka menghabiskan malam-malam mereka sambil terjaga mata mereka,
Mereka sibuk beribadah kepada Allah, sehingga,
Orang-orang menyangka bahwa di antara mereka ada orang gila.

(Lagu yang dinyanyikan oleh Sa’jun Al-Majnun adalah syair arab, seperti itulah terjemah dari lagu tersebut)

Semoga Allah senantiasa menjaga hati dan iman kita,
Kisah ini diambil dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz 1, Bab Doa, Hal. 310

Read more ...

Saturday, October 11, 2014

Kisah Nabi Isa : Doa Orang Yang Suci Dari Dosa

Diceritakan bahwa suatu ketika Allah SWT menurunkan suatu musibah berupa musim kemarau yang berkepanjangan kepada umat Nabi Isa as. Nabi Isa as pun mengajak para khawariyyin (sahabat Nabi Isa) dan umat beliau untuk melakukan sholat istisqo’ (sholat untuk meminta hujan).

Namun, setelah berulang kali melakukan sholat istisqo’, setetes air dari langit pun tak kunjung jatuh ke bumi. Nabi Isa as pun mulai bosan untuk melakukan sholat istisqo’, dan beliau berkata kepada umat beliau “Barang siapa di antara kalian semua yang mendapati dosa, maka pulanglah !!!”. Sangat mengejutkan bahwa para khawariyyin dan umat beliau pulang tanpa tersisa di padang lapang kecuali hanya satu orang saja. 

Nabi Isa pun bertanya kepadanya “Apakah kamu tidak pernah melakukan dosa ?”. Orang itu pun menjawab “Demi Allah, aku tidak pernah merasa melakukan dosa kecuali hanya sebuah dosa”. Lalu orang itu bercerita kepada Nabi Isa as “Suatu ketika, aku sedang melakukan sholat, tiba-tiba seorang wanita lewat di sekitarku, lalu aku memandangi dia dengan mataku ini. Ketika dia telah melewatiku, aku sadar bahwa ini adalah dosa. Lalu aku memasukkan tanganku ke dalam mataku dan mencongkelnya, lalu membuang mataku”.

Mendengar hal tersebut, Nabi Isa berkata kepada orang itu “Maka bedoalah kepada Allah sehingga aku mengamini doamu !”. Orang itu pun berdoa kepada Allah, dan seketika itulah awan terlihat sangat mendung dan gelap, suara halilitar terdengar dari atas langit, dan akhirnya hujan pun turun dengan deras.

Semoga kisah ini dapat membawa manfaat dan kesadaran diri, pada saya dan Anda semua.

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz I, Bab Adab Berdoa, Hal. 310.

Read more ...

Thursday, July 31, 2014

Mukjizat Rosulullah SAW : Memerintahkan Bumi

Diceritakan ketika Rosulullah SAW hijrah dari Kota Mekah ke Kota Madinah, para orang kafir Quraisy berkumpul di rumah Abu Jahal untuk membicarakan tentang pembunuhan Rosulullah SAW. Abu Jahal berkata “Barang siapa yang bisa membawa Muhammad kepadaku atau membawa kepala Muhammad kepadaku, maka aku akan memberikan 100 unta kepadanya !!!”. Lalu, seseorang yang bernama Suroqoh bin Malik berdiri dan berkata “Aku mampu melakukan itu untukmu !!!”. Para kafir Quraisy pun bersepakat memberikan tugas untuk membunuh Rosulullah SAW kepada Suroqoh bin Malik.

Suroqoh bin Malik pun segera pergi dan melacak kepergian Rosulullah SAW dari belakang. Akhirnya, Suroqoh bin Malik pun menemukan Rosulullah SAW, pada waktu itu Rosulullah SAW sedang beristirahat di bawah pohon. Suroqoh bin Malik pun segera menghunuskan pedangnya untuk menebas Rosulullah. Namun, Allah memberikan pertolongan kepada Rosulullah SAW, Allah telah menundukkan bumi kepada Rosulullah SAW sehingga bumi akan patuh terhadap apa yang diperintahkan Rosulullah SAW.

BACA SELENGKAPNYA >>




Read more ...

Saturday, July 26, 2014

Hakekat dan Level Orang Berpuasa

Puasa adalah rukun ke empat dari rukun-rukun iman. Seperti yang telah kita ketahui bahwa puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan seperti makan, minum, dan semua hal yang dapat membatalkan puasa. Baca selengkapnya di Dasar-dasar Puasa dan Ketentuan-ketentuan Dalam Berpuasa Nah, ada level atau tingkat dalam berpuasa :


1.    Shoumul Umum (Puasa Secara Umum)

Adapun pada level ini, seseorang berpuasa hanya dengan mencegah anggota badan dan farji dari segala hal yang membatalkan puasa. Dia hanya berusaha untuk melakukan semua rukun dan meninggalkan semua hal yang membatalkan puasa. Ini adalah level bagi orang-orang secara umum, termasuk penulis. Puasa pada level ini hanya untuk melepaskan kewajiban dari Allah, artinya puasa tetap sah tetapi tidak ada faedah di dalamnya. Seperti yang pernah disabdakan oleh Rosulullah SAW bahwa kebanyakan orang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar, ini karena kebanyakan orang berada pada level ini.

Read more ...

Tuesday, July 22, 2014

Kisah Sulaiman bin Yasar Bertemu Nabi Yusuf as

Dikisahkan dari Sulaiman bin Yasar, beliau adalah seorang yang mempunyai wajah yang tampan dan menawan. Pada suatu hari, seorang wanita datang kepada beliau. Wanita itu masuk ke dalam rumha beliau dan meminta kepada beliau untuk melakukan zina. Ya, wanita itu terpesona oleh wajah tampan dari beliau. Namun, Beliau menolaknya dan lari dari rumah beliau sendiri untuk menghindari wanita itu.

Beberapa waktu setelah kejadian itu, beliau bermimpi bertemu dengan Nabi Yusuf as. Beliau bertanya kepadanya “Apakah kamu adalah Yusuf as ?". Nabi Yusuf menjawab “Ya, aku adalah Yusuf, aku adalah orang yang cinta kepada Zulaikha ketika dia memintaku untuk berzina dan aku ingin melakukannya. Dan kamu adalah Sulaiman, orang yang tidak mempunyai keinginan untuk berzina ketika seorang wanita meminta untuk berzina kepadamu”.

Pada suatu ketika, Sulaiman bin Yasar pergi meninggalkan kota untuk melakukan ibadah Haji. Beliau melakukan perjalanan haji bersama seorang teman. Hari demi hari, dan kota demi kota telah beliau lewati hingga beliau tiba di suatu desa bernama Abwa’, beliau bersama teman beliau berteduh dan membuat sebuah kemah kecil. Lalu, beliau duduk di dalam kemah itu, sementara teman beliau pergi ke pasar untuk membeli beberapa makanan dan kebutuhan selama perjalanan.

Sebelum membuat sebuah kemah, seorang wanita dari orang a’roby (orang dari desa) selalu melirik Sulaiman bin Yasar. Nah, setelah selesai membuat kemah kecil dan teman beliau pergi ke pasar, wanita dari a’roby itu datang dari arah gunung. Wanita menutupi wajah dengan memakai cadar wajah, dia datang sendirian dan memasuki kemah beliau. Setelah berada di dalam kemah, wanita itu membuka tutup di wajahnya. Ya, tidak ada yang menyangka bahwa wanita itu sangat cantik seperti separuh bulan. Tentu ini membuat Beliau terpesona oleh kecantikan wajahnya.

Wanita itu berkata kepada Sulaiman bin Yasar “Berilah aku kenikmatan !”. Beliau pun mendatangkan beberapa makanan kepada wanita itu. Ya, Beliau mengira bahwa wanita itu menginginkan makanan. Namun, wanita itu berkata lagi “Sungguh aku tidak menginginkan makanan ini, aku hanya menginginkan apa yang dimiliki oleh seorang laki-laki atas istrinya”.

Sebenarnya, Sulaiman bin Yasar sempat tergoda dan sangat ingin melakukan perbuatan hina itu. Namun, Beliau menjawab “Kamu telah mendatangkan Iblis kepadaku”, kemudian beliau duduk dan meletakkan kepalanya di atas lutut sambil menangis dan berteriak. Wanita itu pun menutup wajahnya kembali dan segera pergi dari kemah Beliau kerena dia telah ditolak.

Sulaiman bin Yasar terus menangis tanpa henti, sampai teman belaiu datang dari pasar. Teman beliau melihat mata beliau agak bengkak karena tangis yang lama, kemudian bertanya “Apa yang membuatmu menangis ?”. Beliau menjawab “Aku teringat akan kebaikan ketika aku masih kecil”. Teman beliau pun menyangkal “Tidak, pasti ada kisah yang membuatmu menangis”. Beliau pun masih menangis dan tidak memberitahu kisah yang sebenarnya kepadanya. Melihat demikian, tema Beliau pun ikut menangis sehingga mereka berdua menangis bersama.

Mereka berdua terus menangis sampai Sulaiman bin Yasar menceritakan kisah tentang wanita a’roby itu. Lalu teman beliau berkata “Wahai Sulaiman, apa yang membuatmu menangis ? Seharusnya aku yang lebih pantas untuk menangis dari pada kamu. Sesungguhnya aku takut jika aku tidak bisa bersabar ketika aku berada di posisi yang sama sepertimu”. Keduanya pun menagis lagi dan lagi.

Ketika Sulaiman bin Yasar tiba di kota Mekkah, beliau segera melakukan rukun-rukun Haji. Beliau melakukan sa’i, thowaf, dan melempar jumroh, dan rukun-rukun haji lainnya. Saat melaksanakan ibadah haji, beliau tertidur dan bermimpi. Beliau bertemu dengan seorang laki-laki yang tampan, berbadan tinggi, dan bau yang sangat wangi. Orang itu berkata kepada beliau “Semoga Allah merohmatimu wahai Sulaiman !” Beliau pun bertanya “Siapa kamu ?” Orang itu menjawab “Aku adalah Yusuf”. Beliau bertanya lagi “Yusuf as-shodiq” Orang itu menjawab “Iya”. Beliau berkata kepada orang itu “Sesungguhnya keberadaanmu dan keberadaan istri dari raja Aziz (Zulaikha) sangat mengagumkan”. Orang itu menjawab “Keberadaanmu dan keberadaan wanita Abwa’ lebih mengangumkan”.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan Iman dan Islam-Nya....^^

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz 3, Hal 102.


Read more ...

Saturday, February 1, 2014

Kisah Wali Allah Yang Bertemu Nabi Khidzir as.



KISAH 1

Diceritakan bahwa Syekh Bisyr pernah bertemu dengan Nabi Khidzir as. Beliau berkata kepada Nabi Khidzir “Wahai Nabi Khidzir, berdoalah kepada Allah untuk diriku !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah memudahkanmu agar kamu selalu taat kepada-Nya”.  Kemudian Syekh Bisyr berkata lagi “Tambahkanlah doamu untuku Wahai Nabi KLhidzir !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah menutupi taatmu kepada-Nya”. Makna dari doa Nabi Khidzir kedua adalah agar orang lain tidak mengetahui ketaatan Syekh Bisyr kepada Allah, hanya Allah saja yang tahu.

KISAH 2

Ada salah satu dari beberapa ulama’ salaf yang sangat rindu ingin bertemu dengan Nabi Khidzir as. Ia pun selalu berdoa kepada Allah agar mempertemukannya dengan Nabi Khidzir sekali saja. Ia ingin Nabi Khidzir mengajarkan kepadanya tentang perkara yang sangat penting di dunia ini. Pada suatu ketika, Allah membukakan hijabnya sehingga ia bisa bertemu dengan Nabi Khidzir. Karena tidak kuasa akan rasa rindu yang membara, ia pun segera mengungkapkan permintaan hatinya kepada Nabi Khidzir “Wahai Abu Abbas (Nabi Khidzir), ajarkanlah aku sesuatu yang mana ketika aku mengucapkannya maka tertutuplah hati para makhluk sehinggatidak ada seorang pun yang tahu akan kebaikan dan keluasan agamaku !”. Kemudian Nabi Khidzir mengjarkan sebuah doa kepadanya :

اللهم اسبل علي كشيف سترك وحط علي سرادقات حجبك واجعلني في مكنون غيبك واحجبني عن قلوب الخالقين

Ya Allah, selimutlanlah kepadaku tebalnya tutup-Mu, selimutilah aku dengan kain hijab-Mu, jadilaknlah aku sebagai simpanan ghaib-Mu (Seorang yang tidak dikenal), dan halangilah diriku dari hati para makhluk.

Kemudian Nabi Khidzir pun menghilang entah kemana, dan ia pun tidak lagi rindu pada Nabi Khidzir setelah pertemuan itu. Namun, ia selalu mengucapkan doa yang diajarkan Nabi Khidzir kepadanya setiap hari. Dan diceritakan bahwa doanya telah benar-benar terkabulkan, ia mendapatkan ujian hidup. Ia menjadi seorang yang hina di mata orang lain, para orang kafir dhimmi menganggap rendah, bahkan sering menyuruhnya untuk melakukan sesuatu demi mereka, para anak-anak kecil mengolok-olok dan mempermainkannya. Namun, baginya suatu kenikmatan adalah bersih dan kuatnya hati di dalam kehinaan dan menyamarkan diri dari pandangan orang lain.

Ini adalah keadaan para wali dan kekasih Allah, meski mereka rendah di hadapan manusia namun mulia di hadapan tuhannya. Sungguh tertipu bagi mereka yang mengaku sebagai ulama dan kyai, mereka merasa senang karena dihormati, mereka merasa nyaman karena terkenal, mereka merasa lega karena menjadi seorang yang ahli beribadah. Sesungguhnya kemuliaan itu jika mulia di hadapan Allah, orang yang mulia dihadapan makhluk belum tentu mulia di hadapan Allah.

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Ghozaly, Juz 4, Hal. 236, 237.
Read more ...
Back to ArjuRohmah Home
Back to top