Ya Allah...Jika aku tak pantas untuk menerima rohmat-Mu, maka rohmat-Mu pantas untuk menerimaku...Sesungguhnya rohmat-Mu lebih luas dari segala sesuatu...Ya Arhamar Rohimin !!! ArjuRohmah

Kisah Wali Allah Yang Bertemu Nabi Khidzir as.





KISAH 1

Diceritakan bahwa Syekh Bisyr pernah bertemu dengan Nabi Khidzir as. Beliau berkata kepada Nabi Khidzir “Wahai Nabi Khidzir, berdoalah kepada Allah untuk diriku !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah memudahkanmu agar kamu selalu taat kepada-Nya”.  Kemudian Syekh Bisyr berkata lagi “Tambahkanlah doamu untuku Wahai Nabi KLhidzir !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah menutupi taatmu kepada-Nya”. Makna dari doa Nabi Khidzir kedua adalah agar orang lain tidak mengetahui ketaatan Syekh Bisyr kepada Allah, hanya Allah saja yang tahu.

KISAH 2

Ada salah satu dari beberapa ulama’ salaf yang sangat rindu ingin bertemu dengan Nabi Khidzir as. Ia pun selalu berdoa kepada Allah agar mempertemukannya dengan Nabi Khidzir sekali saja. Ia ingin Nabi Khidzir mengajarkan kepadanya tentang perkara yang sangat penting di dunia ini. Pada suatu ketika, Allah membukakan hijabnya sehingga ia bisa bertemu dengan Nabi Khidzir. Karena tidak kuasa akan rasa rindu yang membara, ia pun segera mengungkapkan permintaan hatinya kepada Nabi Khidzir “Wahai Abu Abbas (Nabi Khidzir), ajarkanlah aku sesuatu yang mana ketika aku mengucapkannya maka tertutuplah hati para makhluk sehinggatidak ada seorang pun yang tahu akan kebaikan dan keluasan agamaku !”. Kemudian Nabi Khidzir mengjarkan sebuah doa kepadanya :

اللهم اسبل علي كشيف سترك وحط علي سرادقات حجبك واجعلني في مكنون غيبك واحجبني عن قلوب الخالقين

Ya Allah, selimutlanlah kepadaku tebalnya tutup-Mu, selimutilah aku dengan kain hijab-Mu, jadilaknlah aku sebagai simpanan ghaib-Mu (Seorang yang tidak dikenal), dan halangilah diriku dari hati para makhluk.

Kemudian Nabi Khidzir pun menghilang entah kemana, dan ia pun tidak lagi rindu pada Nabi Khidzir setelah pertemuan itu. Namun, ia selalu mengucapkan doa yang diajarkan Nabi Khidzir kepadanya setiap hari. Dan diceritakan bahwa doanya telah benar-benar terkabulkan, ia mendapatkan ujian hidup. Ia menjadi seorang yang hina di mata orang lain, para orang kafir dhimmi menganggap rendah, bahkan sering menyuruhnya untuk melakukan sesuatu demi mereka, para anak-anak kecil mengolok-olok dan mempermainkannya. Namun, baginya suatu kenikmatan adalah bersih dan kuatnya hati di dalam kehinaan dan menyamarkan diri dari pandangan orang lain.

Ini adalah keadaan para wali dan kekasih Allah, meski mereka rendah di hadapan manusia namun mulia di hadapan tuhannya. Sungguh tertipu bagi mereka yang mengaku sebagai ulama dan kyai, mereka merasa senang karena dihormati, mereka merasa nyaman karena terkenal, mereka merasa lega karena menjadi seorang yang ahli beribadah. Sesungguhnya kemuliaan itu jika mulia di hadapan Allah, orang yang mulia dihadapan makhluk belum tentu mulia di hadapan Allah.

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Ghozaly, Juz 4, Hal. 236, 237.


Read More Add your Comment 0 komentar


Download Adobe Reader 11.0.06





Kategori : Software
Genre : PDF
Tipe : Installer
Ukuran : 48.84 Mb
Link download : Filehippo

Download software ini, free :

Terima kasih ^_^












Read More Add your Comment 0 komentar


Obat Penyakit Tinggi Harga Diri



Diceritakan bahwa Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah salah satu dari golongan Wali Allah yang termasyhur di zamannya. Beliau telah mencapai maqom ma’rifat dan hatinya telah terbuka, sehingga apa yang beliau lakukan dan kerjakan semata-mata karena Allah. Beliau mempunyai beberapa santri dan pengikut yang setia dan mengajarkan mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu pengikut setia Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah Syahid, ia adalah seorang dari kalangan bangsawan Kota Basthom. Ia bahkan tidak pernah telat dalam mengikuti majlis dan pengajian Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi.

Suatu ketika, Syahid menemui Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi dan bertanya “Wahai Syekh, sesungguhnya aku telah berpuasa di siang harinya dan melakukan ibadah di malam harinya (qiyamul laili) selama 30 tahun. Tetapi bahkan aku tidak pernah mendapati ilmu (ilmu mukasyafah/terbukanya hati) seperti yang telah engkau ajarkan kepadaku, namun aku masih percaya dan masih melakukannya ?”.

Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun menjawab “Jikalau kamu berpuasa dan ibadah di malam harinya selama 300 tahun, sedikitpun kamu tidak akan pernah mendapatinya !!!”. Syahid bertanya “Mengapa ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun menjawab “Karena kamu terhalangi oleh dirimu sendiri”. Syahid pun bertanya lagi “Apakah ada obat untuk ini ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Ya, ada” Syahid bertanya lagi “Katakan padaku, aku akan melakukannya !”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi berkata “Kamu tidak akan mampu melakukannya !!!”.

Namun, Syahid pun masih penasaran dan meminta Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi untuk mengajarkan jalan agar hatinya terbuka. Syahid berkata “Katakanlah kepadaku wahai Syekh !”. Kemudian Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi berkata “Pergilah menuju tukang cukur saat ini juga, lalu cukurlah rambut dan jenggot kamu. Lalu lepaskan pakaianmu ini, pakailah sarung yang bekas, dan kalungkan lehermu dengan timba yang dipenuhi kacang. Berkumpullah bersama anak-anak kecil, dan katakan “Barang siapa yang mau memukulku sekali, aku akan memberinya satu kacang”. Lalu pergilah dan berkelilinglah ke dalam pasar sehingga orang-orang yang ada di dalam pasar dan orang-orang yang mengenalmu melihatmu dalam keadaan seperti itu”.

Syahid terkejut seraya berkata “Subhanallah !!!”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun berkata “Ucapan “Subhanallah” adalah syirik”. Syahid berkata lagi “Bagaimana bisa ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Karena kamu mengangungkan dan menyucikan dirimu, dan tidak menyucikan Tuhanmu !!!”. (Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi mengatakan demikian memberikan pelajaran kepada Syahid bahwa ia masih malu dengan melakukan apa yang beliau perintahkan. Artinya, Syahid tidak mau membiarkan dirinya terlihat hina di mata orang lain).

Syahid pun bertanya lagi “Hal itu tidak bisa aku lakukan Syekh, tetapi ajarkan aku hal yang lain !”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Awali dengan hal itu terlebih dahulu sebelum melakukan hal lainnya”. Syahid berkata “Syekh, aku tidak akan sanggup melakukan itu”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kamu tidak akan mampu melakukannya !!!”.

Dari apa yang dituturkan oleh Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah obat bagi mereka yang mempunyai penyakit hati dengan memandang tinggi dirinya dan takut akan pandangan hina dari orang lain. Dan tidak ada obat yang bisa menyelamatkan penyakit tersebut kecuali membiarkan diri hina seperti layaknya apa yang ditutur oleh Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi. Barang siapa yang tidak mau mengobati penyakitnya dengan obat ini, maka baginya tidak akan ada obat lain dan kesembuhan. Maka tingkat terendah dalam menyembuhkan penyakit ini adalah percaya akan obat tersebut. Dan sungguh celaka bagi mereka yang hatinya tertutup dan buta akan obat yang bisa menyembuhkan penyakit hati tersebut. Ini adalah hal yang penting dan jelas menurut pandangan para ulama’ tasawwuf. Seperti Rosulullah bersabda :

لَا يَسْتَكْمِلُ الْعَبْدُ الْاِيْمَانَ حَتَّى تَكُوْنَ قِلَّةُ شَيْئٍ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ كَثْرَتِهِ وَحَتَّى يَكُوْنَ اَنْ لَا يُعْرَفَ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ اَنْ يُعْرَفَ


Tidak sempurna iman seorang hamba sehingga sesuatu (harta dan dunia) yang sedikit lebih ia cintai daripada sesuatu (harta dan dunia) yang banyak, dan tidak dikenal lebih lebih ia cintai daripada dikenal.”


Read More Add your Comment 0 komentar


Sholawat Nariyyah dan Terjemah



اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا, عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ, وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ, وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ, وَتَنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنَ الْخَوَاتِمِ, وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ, وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَفَسٍ, بِعَدَدِ كَلِّ مَعْلُوْمٍ لَّكَ.

Ya Allah, berikanlah rohmat (kasih sayang) dan kesejahteraan yang sempurna, kepada Nabi Muhammad yang mana lantaran beliau terlepaslah ikatan (ikatan kesensaraan), hilang kesusahan, tertunaikan kebutuhan (keinginan), tercapai kesenangan dan khusnul khotimah (akhir yang baik), dan tercurahkan hujan rohmat lantaran diri beliau yang mulia, serta kepada para keluarga dan sahabat beliau di setiap kedipan mata dan hembusan nafas sejumlah semua yang Engkau ketahui


Read More Add your Comment 0 komentar


Cara Mengubah Ukuran Halaman Blog Dengan HTML




1} Login pada akun blog kamu

2} Masuk Dashboard

3} Klik Template lalu klik Edit HTML


4} Cari kode di bawah ini (gunakan CTRL+F untuk memudahkan pencarian) :


#outer-wrapper {      ---------> untuk lebar halaman blog

#main-wrapper {      ---------> untuk lebar postingan blog

#sidebar-wrapper {   ---------> untuk lebar silebar blog

NB :
Karena setiap template yang di pakai para blogger berbeda-beda, tentu kode-kode HTMLnya pun banyak yang berbeda, silahkan diperkirakan sendiri sesuai kebutuhan, mislnya :
  • background: #fff; menunjukkan warna background, silahkan diganti kode #fff (warna putih) sesuai kehendak kamu. Untuk mencari beberapa kode warna silahkan kunjungi www.computerhope.com
  • width: 624px; menunjukkan ukuran lebar, silahkan diganti ukuran 624 sesuai dengan kehendak kamu
  • padding: 0 0 20px; menunjukkan garis sekeliling yang membatasi (garis kanan, kiri, bawah, atas), silahkan diubah angka sesuai tebal garis yang kamu inginkan

5} Setelah selesai klik Simpan

SEMOGA BERMANFAAT


Read More Add your Comment 0 komentar


 

© 2010 ArjuRohmah All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by ArjuRohmah