Breaking News

Saturday, October 11, 2014

Kisah Nabi Isa : Doa Orang Yang Suci Dari Dosa

Diceritakan bahwa suatu ketika Allah SWT menurunkan suatu musibah berupa musim kemarau yang berkepanjangan kepada umat Nabi Isa as. Nabi Isa as pun mengajak para khawariyyin (sahabat Nabi Isa) dan umat beliau untuk melakukan sholat istisqo’ (sholat untuk meminta hujan).

Namun, setelah berulang kali melakukan sholat istisqo’, setetes air dari langit pun tak kunjung jatuh ke bumi. Nabi Isa as pun mulai bosan untuk melakukan sholat istisqo’, dan beliau berkata kepada umat beliau “Barang siapa di antara kalian semua yang mendapati dosa, maka pulanglah !!!”. Sangat mengejutkan bahwa para khawariyyin dan umat beliau pulang tanpa tersisa di padang lapang kecuali hanya satu orang saja. 

Nabi Isa pun bertanya kepadanya “Apakah kamu tidak pernah melakukan dosa ?”. Orang itu pun menjawab “Demi Allah, aku tidak pernah merasa melakukan dosa kecuali hanya sebuah dosa”. Lalu orang itu bercerita kepada Nabi Isa as “Suatu ketika, aku sedang melakukan sholat, tiba-tiba seorang wanita lewat di sekitarku, lalu aku memandangi dia dengan mataku ini. Ketika dia telah melewatiku, aku sadar bahwa ini adalah dosa. Lalu aku memasukkan tanganku ke dalam mataku dan mencongkelnya, lalu membuang mataku”.

Mendengar hal tersebut, Nabi Isa berkata kepada orang itu “Maka bedoalah kepada Allah sehingga aku mengamini doamu !”. Orang itu pun berdoa kepada Allah, dan seketika itulah awan terlihat sangat mendung dan gelap, suara halilitar terdengar dari atas langit, dan akhirnya hujan pun turun dengan deras.

Semoga kisah ini dapat membawa manfaat dan kesadaran diri, pada saya dan Anda semua.

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz I, Bab Adab Berdoa, Hal. 310.

Read more ...

Thursday, July 31, 2014

Mukjizat Rosulullah SAW : Memerintahkan Bumi

Diceritakan ketika Rosulullah SAW hijrah dari Kota Mekah ke Kota Madinah, para orang kafir Quraisy berkumpul di rumah Abu Jahal untuk membicarakan tentang pembunuhan Rosulullah SAW. Abu Jahal berkata “Barang siapa yang bisa membawa Muhammad kepadaku atau membawa kepala Muhammad kepadaku, maka aku akan memberikan 100 unta kepadanya !!!”. Lalu, seseorang yang bernama Suroqoh bin Malik berdiri dan berkata “Aku mampu melakukan itu untukmu !!!”. Para kafir Quraisy pun bersepakat memberikan tugas untuk membunuh Rosulullah SAW kepada Suroqoh bin Malik.

Suroqoh bin Malik pun segera pergi dan melacak kepergian Rosulullah SAW dari belakang. Akhirnya, Suroqoh bin Malik pun menemukan Rosulullah SAW, pada waktu itu Rosulullah SAW sedang beristirahat di bawah pohon. Suroqoh bin Malik pun segera menghunuskan pedangnya untuk menebas Rosulullah. Namun, Allah memberikan pertolongan kepada Rosulullah SAW, Allah telah menundukkan bumi kepada Rosulullah SAW sehingga bumi akan patuh terhadap apa yang diperintahkan Rosulullah SAW.

Rosulullah SAW memerintahkan bumi untuk menelan kuda Suroqoh bin Malik, sehingga kaki kuda yang dinaiki oleh Suroqoh bin Malik tertelan bumi sampai ke lutut. Seketika itu Suroqoh bin Malik ketakutan dan berkata “Wahai Rosulullah....aman...aman !!!!” Suroqoh bin Malik meminta pengampunan dari Rosulullah SAW. Kemudian Rosulullah SAW pun berdoa dan Suroqoh bin Malik kembali seperti semula.

Namun, Suroqoh bin Malik pun masih berniat untuk membunuh Rosulullah SAW. Suroqoh bin Malik berlari mengendarai kudanya sambil menghunuskan pedang dan bersiap menebas. Rosulullah SAW pun memerintahkan bumi seperti sebeumnya. Ya, bumi pun menelas kuda Suroqoh bin Malik sampai ke lutut, sama seperti sebelumnya. Suroqoh ketakutan dan berkata “Aman....aku tidak akan melakukannya lagi”. Kemudian Rosulullah SAW berdoa dan bumi pun kembali seperti sedia kala.

Suroqoh bin malik selamat untuk yang kedua kalinya. Kemudian Suroqoh bin Malik pun turun dari kuda dan mendekati Rosulullah SAW. Suroqoh duduk dan berkata “Wahai Rosulullah, ceritakan kepadaku tentang Tuhanmu sehingga Dia memiliki kekuasaan yang mengagumkan seperti ini ? Apakah berasal dari emas atau perak ?” . Rosulullah SAW pun menurunkan kepala beliau untuk beberapa saat.

Kemudian Malaikat Jibril datang menemui Rosulullah SAW dan berkata “Katakan Wahai Muhammad, Dia adalah Allah yang Esa, Allah adalah Dzat yang semua makhluk bergantung pada-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Katakan Allah adalah pencipta langit dan bumi, Dia menciptakan kamu semua secara berpasang-pasang, dan hewan secara berpasang-pasang. Allah menciptakan kamu semua di dalam kandungan. Tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya, Dia adalah tuhan yang Maha Melihat dan Maha Mendengar”.

Hati Suroqoh bin Malik pun luluh mendengar hal itu, kemudian Suroqoh bin Malik berkata “Wahai Rosulullah, tampakkan kepadaku jalan menuju islam”. Kemudian Rosulullah SAW pun mengajari Suroqoh bin Malik untuk beriqrar memeluk agama islam. Suroqoh pun memeluk islam dan dia adalah salah satu sahabat yang setia terhadap islam.

Semoga Allah menguatkan hati kita pada islam dan iman !!!
Kisah ini diambil dari Kitab Mawaidzul Ushfuriyyah karya Syekh Muhammad bin Abi Bakar, Hal. 15-16.
Read more ...

Saturday, July 26, 2014

Hakekat dan Level Orang Berpuasa

Puasa adalah rukun ke empat dari rukun-rukun iman. Seperti yang telah kita ketahui bahwa puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan seperti makan, minum, dan semua hal yang dapat membatalkan puasa. Baca selengkapnya di Dasar-dasar Puasa dan Ketentuan-ketentuan Dalam Berpuasa Nah, ada level atau tingkat dalam berpuasa :


1.    Shoumul Umum (Puasa Secara Umum)

Adapun pada level ini, seseorang berpuasa hanya dengan mencegah anggota badan dan farji dari segala hal yang membatalkan puasa. Dia hanya berusaha untuk melakukan semua rukun dan meninggalkan semua hal yang membatalkan puasa. Ini adalah level bagi orang-orang secara umum, termasuk penulis. Puasa pada level ini hanya untuk melepaskan kewajiban dari Allah, artinya puasa tetap sah tetapi tidak ada faedah di dalamnya. Seperti yang pernah disabdakan oleh Rosulullah SAW bahwa kebanyakan orang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar, ini karena kebanyakan orang berada pada level ini.


2.    Shoumul Khusus (Puasa Secara Khusus)

Adapun pada level ini, seseorang berpuasa tidak hanya menjalankan semua rukun dan meninggalkan semua hal yang membatalkan puasanya, tetapi dia mencegah semua anggota badan dari nafsu, syahwat, maksiat, perubuatan dosa besar maupun dosa kecil. Ini adalah level bagi orang-orang yang sholeh dan para kekasih Allah, dan jarang sekali orang yang melakukan puasa pada level ini. Adapun dalam beberapa kategori dalam Shoumul Khusus dicirikan sebagai berikut :
  • Menutup mata dari segala kemaksiatan, menutup mata dari semua hal yang dicela, dan menutup mata dari semua hal yang dapat menyibukkan dan mengimajinasi hati serta hal-hal yang dapat melupakan Allah.
  • Menjaga lisan dari segala hal yang tercela seperti ghibah, berdusta, memfitnah, mengadu domba, dan semua hal buruk yang datang dari lisan atau mulut. Lalu menjaga lisan dengan diam dan berdzikir kepada Allah. Seperti Rosulullah SAW bersabda :
خمس يفطرن الصائم : الكذب والنميمة والفحش واليمين الكاذبة والنظر بشهوة

“Ada lima perkara yang bisa membatalkan puasa yaitu berdusta, mengadu domba, berbicara kotor, sumpah bohong (palsu), dan melihat dengan syahwat”

  • Menjaga telinga dari segala hal yang tercela seperti mendengarkan cerita dari ghibah, mendengarkan cerita porno, dan mendengarkan perkataan yang buruk secara disengaja.
  • Menjaga anggota badan yang lain seperti tangan dan kaki dari semua kemaksiatan dan semua hal yang tercela seperti memukul tanpa hal dan berjalan menuju tempat kemaksiatan. Tetapi tidak hanya kaki dan tangan, tetapi semua anggota tubuh misalnya menjaga dari memamerkan pakaian atau tubuh kekar karena sombong dan ingin mendapatkan pujian, dan lain-lain.
  • Menjaga perut dari makanan dan minuman yang berlebihan ketika berbuka dan sahur. Tidak memperbanyak makanan dan minuman halal ketika berbuka dan sahur (apalagi makanan haram), makan dan minum secukupnya sekiranya bisa menghentikan rasa lapar dan haus.

3.    Shoumu Khususil Khusus (Puasa Secara Lebih Khusus)

Ini adalah puasa hati, level yang jauh dari dua level di atas. Adapun puasa pada level ini, seseorang menjaga hati dari semua pemikiran buruk dan semua tujuan dunia kecuali dunia untuk tujuan akhirat dan agama. Dia memanfaatkan semua waktu untuk berdzikir dan mengingat Allah, berpikir tentang Allah, berpikir tentang akhirat, dan berpikir tentang agama. Ini adalah level untuk para nabi, rosul, dan sebagian kekasih Allah.


Nah, jika melihat dari ketika level dan tingkatan orang berpuasa di atas, maka bisa disimpulkan bahwa puasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

1.    Puasa Jasmani

Puasa jasmani adalah puasa yang dilakukan dengan mejalankan semua rukun dan meninggalkan semua hal yang dapat membatalkan puasa. Ini adalah puasa yang dilakukan oleh orang pada level pertama.

2.    Puasa Rohani

Puasa rohani adalah puasa yang dilakukan dengan menjaga semua anggota tubuh dan hati. Ini adalah puasa yang dilakukan oleh orang pada level ke dua dan ke tiga.


Keterangan ini diambil dari Kitan Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz pertama, Bab Puasa, Hal. 235.

Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang selalu melakukan dosa, maksiat, nafsu, dan syahwat . . . Ya Ghofur...Ya Rohman ^_^


Read more ...

Tuesday, July 22, 2014

Kisah Sulaiman bin Yasar Bertemu Nabi Yusuf as

Dikisahkan dari Sulaiman bin Yasar, beliau adalah seorang yang mempunyai wajah yang tampan dan menawan. Pada suatu hari, seorang wanita datang kepada beliau. Wanita itu masuk ke dalam rumha beliau dan meminta kepada beliau untuk melakukan zina. Ya, wanita itu terpesona oleh wajah tampan dari beliau. Namun, Beliau menolaknya dan lari dari rumah beliau sendiri untuk menghindari wanita itu.

Beberapa waktu setelah kejadian itu, beliau bermimpi bertemu dengan Nabi Yusuf as. Beliau bertanya kepadanya “Apakah kamu adalah Yusuf as ?". Nabi Yusuf menjawab “Ya, aku adalah Yusuf, aku adalah orang yang cinta kepada Zulaikha ketika dia memintaku untuk berzina dan aku ingin melakukannya. Dan kamu adalah Sulaiman, orang yang tidak mempunyai keinginan untuk berzina ketika seorang wanita meminta untuk berzina kepadamu”.

Pada suatu ketika, Sulaiman bin Yasar pergi meninggalkan kota untuk melakukan ibadah Haji. Beliau melakukan perjalanan haji bersama seorang teman. Hari demi hari, dan kota demi kota telah beliau lewati hingga beliau tiba di suatu desa bernama Abwa’, beliau bersama teman beliau berteduh dan membuat sebuah kemah kecil. Lalu, beliau duduk di dalam kemah itu, sementara teman beliau pergi ke pasar untuk membeli beberapa makanan dan kebutuhan selama perjalanan.

Sebelum membuat sebuah kemah, seorang wanita dari orang a’roby (orang dari desa) selalu melirik Sulaiman bin Yasar. Nah, setelah selesai membuat kemah kecil dan teman beliau pergi ke pasar, wanita dari a’roby itu datang dari arah gunung. Wanita menutupi wajah dengan memakai cadar wajah, dia datang sendirian dan memasuki kemah beliau. Setelah berada di dalam kemah, wanita itu membuka tutup di wajahnya. Ya, tidak ada yang menyangka bahwa wanita itu sangat cantik seperti separuh bulan. Tentu ini membuat Beliau terpesona oleh kecantikan wajahnya.

Wanita itu berkata kepada Sulaiman bin Yasar “Berilah aku kenikmatan !”. Beliau pun mendatangkan beberapa makanan kepada wanita itu. Ya, Beliau mengira bahwa wanita itu menginginkan makanan. Namun, wanita itu berkata lagi “Sungguh aku tidak menginginkan makanan ini, aku hanya menginginkan apa yang dimiliki oleh seorang laki-laki atas istrinya”.

Sebenarnya, Sulaiman bin Yasar sempat tergoda dan sangat ingin melakukan perbuatan hina itu. Namun, Beliau menjawab “Kamu telah mendatangkan Iblis kepadaku”, kemudian beliau duduk dan meletakkan kepalanya di atas lutut sambil menangis dan berteriak. Wanita itu pun menutup wajahnya kembali dan segera pergi dari kemah Beliau kerena dia telah ditolak.

Sulaiman bin Yasar terus menangis tanpa henti, sampai teman belaiu datang dari pasar. Teman beliau melihat mata beliau agak bengkak karena tangis yang lama, kemudian bertanya “Apa yang membuatmu menangis ?”. Beliau menjawab “Aku teringat akan kebaikan ketika aku masih kecil”. Teman beliau pun menyangkal “Tidak, pasti ada kisah yang membuatmu menangis”. Beliau pun masih menangis dan tidak memberitahu kisah yang sebenarnya kepadanya. Melihat demikian, tema Beliau pun ikut menangis sehingga mereka berdua menangis bersama.

Mereka berdua terus menangis sampai Sulaiman bin Yasar menceritakan kisah tentang wanita a’roby itu. Lalu teman beliau berkata “Wahai Sulaiman, apa yang membuatmu menangis ? Seharusnya aku yang lebih pantas untuk menangis dari pada kamu. Sesungguhnya aku takut jika aku tidak bisa bersabar ketika aku berada di posisi yang sama sepertimu”. Keduanya pun menagis lagi dan lagi.

Ketika Sulaiman bin Yasar tiba di kota Mekkah, beliau segera melakukan rukun-rukun Haji. Beliau melakukan sa’i, thowaf, dan melempar jumroh, dan rukun-rukun haji lainnya. Saat melaksanakan ibadah haji, beliau tertidur dan bermimpi. Beliau bertemu dengan seorang laki-laki yang tampan, berbadan tinggi, dan bau yang sangat wangi. Orang itu berkata kepada beliau “Semoga Allah merohmatimu wahai Sulaiman !” Beliau pun bertanya “Siapa kamu ?” Orang itu menjawab “Aku adalah Yusuf”. Beliau bertanya lagi “Yusuf as-shodiq” Orang itu menjawab “Iya”. Beliau berkata kepada orang itu “Sesungguhnya keberadaanmu dan keberadaan istri dari raja Aziz (Zulaikha) sangat mengagumkan”. Orang itu menjawab “Keberadaanmu dan keberadaan wanita Abwa’ lebih mengangumkan”.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan Iman dan Islam-Nya....^^

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghozaly, Juz 3, Hal 102.


Read more ...

Saturday, February 1, 2014

Kisah Wali Allah Yang Bertemu Nabi Khidzir as.



KISAH 1

Diceritakan bahwa Syekh Bisyr pernah bertemu dengan Nabi Khidzir as. Beliau berkata kepada Nabi Khidzir “Wahai Nabi Khidzir, berdoalah kepada Allah untuk diriku !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah memudahkanmu agar kamu selalu taat kepada-Nya”.  Kemudian Syekh Bisyr berkata lagi “Tambahkanlah doamu untuku Wahai Nabi KLhidzir !”. Nabi Khidzir pun berdoa “Semoga Allah menutupi taatmu kepada-Nya”. Makna dari doa Nabi Khidzir kedua adalah agar orang lain tidak mengetahui ketaatan Syekh Bisyr kepada Allah, hanya Allah saja yang tahu.

KISAH 2

Ada salah satu dari beberapa ulama’ salaf yang sangat rindu ingin bertemu dengan Nabi Khidzir as. Ia pun selalu berdoa kepada Allah agar mempertemukannya dengan Nabi Khidzir sekali saja. Ia ingin Nabi Khidzir mengajarkan kepadanya tentang perkara yang sangat penting di dunia ini. Pada suatu ketika, Allah membukakan hijabnya sehingga ia bisa bertemu dengan Nabi Khidzir. Karena tidak kuasa akan rasa rindu yang membara, ia pun segera mengungkapkan permintaan hatinya kepada Nabi Khidzir “Wahai Abu Abbas (Nabi Khidzir), ajarkanlah aku sesuatu yang mana ketika aku mengucapkannya maka tertutuplah hati para makhluk sehinggatidak ada seorang pun yang tahu akan kebaikan dan keluasan agamaku !”. Kemudian Nabi Khidzir mengjarkan sebuah doa kepadanya :

اللهم اسبل علي كشيف سترك وحط علي سرادقات حجبك واجعلني في مكنون غيبك واحجبني عن قلوب الخالقين

Ya Allah, selimutlanlah kepadaku tebalnya tutup-Mu, selimutilah aku dengan kain hijab-Mu, jadilaknlah aku sebagai simpanan ghaib-Mu (Seorang yang tidak dikenal), dan halangilah diriku dari hati para makhluk.

Kemudian Nabi Khidzir pun menghilang entah kemana, dan ia pun tidak lagi rindu pada Nabi Khidzir setelah pertemuan itu. Namun, ia selalu mengucapkan doa yang diajarkan Nabi Khidzir kepadanya setiap hari. Dan diceritakan bahwa doanya telah benar-benar terkabulkan, ia mendapatkan ujian hidup. Ia menjadi seorang yang hina di mata orang lain, para orang kafir dhimmi menganggap rendah, bahkan sering menyuruhnya untuk melakukan sesuatu demi mereka, para anak-anak kecil mengolok-olok dan mempermainkannya. Namun, baginya suatu kenikmatan adalah bersih dan kuatnya hati di dalam kehinaan dan menyamarkan diri dari pandangan orang lain.

Ini adalah keadaan para wali dan kekasih Allah, meski mereka rendah di hadapan manusia namun mulia di hadapan tuhannya. Sungguh tertipu bagi mereka yang mengaku sebagai ulama dan kyai, mereka merasa senang karena dihormati, mereka merasa nyaman karena terkenal, mereka merasa lega karena menjadi seorang yang ahli beribadah. Sesungguhnya kemuliaan itu jika mulia di hadapan Allah, orang yang mulia dihadapan makhluk belum tentu mulia di hadapan Allah.

Kisah ini diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Ghozaly, Juz 4, Hal. 236, 237.
Read more ...

Sunday, January 12, 2014

Obat Penyakit Tinggi Harga Diri

Diceritakan bahwa Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah salah satu dari golongan Wali Allah yang termasyhur di zamannya. Beliau telah mencapai maqom ma’rifat dan hatinya telah terbuka, sehingga apa yang beliau lakukan dan kerjakan semata-mata karena Allah. Beliau mempunyai beberapa santri dan pengikut yang setia dan mengajarkan mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu pengikut setia Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah Syahid, ia adalah seorang dari kalangan bangsawan Kota Basthom. Ia bahkan tidak pernah telat dalam mengikuti majlis dan pengajian Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi.

Suatu ketika, Syahid menemui Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi dan bertanya “Wahai Syekh, sesungguhnya aku telah berpuasa di siang harinya dan melakukan ibadah di malam harinya (qiyamul laili) selama 30 tahun. Tetapi bahkan aku tidak pernah mendapati ilmu (ilmu mukasyafah/terbukanya hati) seperti yang telah engkau ajarkan kepadaku, namun aku masih percaya dan masih melakukannya ?”.

Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun menjawab “Jikalau kamu berpuasa dan ibadah di malam harinya selama 300 tahun, sedikitpun kamu tidak akan pernah mendapatinya !!!”. Syahid bertanya “Mengapa ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun menjawab “Karena kamu terhalangi oleh dirimu sendiri”. Syahid pun bertanya lagi “Apakah ada obat untuk ini ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Ya, ada” Syahid bertanya lagi “Katakan padaku, aku akan melakukannya !”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi berkata “Kamu tidak akan mampu melakukannya !!!”.

Namun, Syahid pun masih penasaran dan meminta Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi untuk mengajarkan jalan agar hatinya terbuka. Syahid berkata “Katakanlah kepadaku wahai Syekh !”. Kemudian Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi berkata “Pergilah menuju tukang cukur saat ini juga, lalu cukurlah rambut dan jenggot kamu. Lalu lepaskan pakaianmu ini, pakailah sarung yang bekas, dan kalungkan lehermu dengan timba yang dipenuhi kacang. Berkumpullah bersama anak-anak kecil, dan katakan “Barang siapa yang mau memukulku sekali, aku akan memberinya satu kacang”. Lalu pergilah dan berkelilinglah ke dalam pasar sehingga orang-orang yang ada di dalam pasar dan orang-orang yang mengenalmu melihatmu dalam keadaan seperti itu”.

Syahid terkejut seraya berkata “Subhanallah !!!”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi pun berkata “Ucapan “Subhanallah” adalah syirik”. Syahid berkata lagi “Bagaimana bisa ?”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Karena kamu mengangungkan dan menyucikan dirimu, dan tidak menyucikan Tuhanmu !!!”. (Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi mengatakan demikian memberikan pelajaran kepada Syahid bahwa ia masih malu dengan melakukan apa yang beliau perintahkan. Artinya, Syahid tidak mau membiarkan dirinya terlihat hina di mata orang lain).

Syahid pun bertanya lagi “Hal itu tidak bisa aku lakukan Syekh, tetapi ajarkan aku hal yang lain !”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Awali dengan hal itu terlebih dahulu sebelum melakukan hal lainnya”. Syahid berkata “Syekh, aku tidak akan sanggup melakukan itu”. Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi menjawab “Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kamu tidak akan mampu melakukannya !!!”.

Dari apa yang dituturkan oleh Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi adalah obat bagi mereka yang mempunyai penyakit hati dengan memandang tinggi dirinya dan takut akan pandangan hina dari orang lain. Dan tidak ada obat yang bisa menyelamatkan penyakit tersebut kecuali membiarkan diri hina seperti layaknya apa yang ditutur oleh Syekh Abu Yazid Al-Bas’thomi. Barang siapa yang tidak mau mengobati penyakitnya dengan obat ini, maka baginya tidak akan ada obat lain dan kesembuhan. Maka tingkat terendah dalam menyembuhkan penyakit ini adalah percaya akan obat tersebut. Dan sungguh celaka bagi mereka yang hatinya tertutup dan buta akan obat yang bisa menyembuhkan penyakit hati tersebut. Ini adalah hal yang penting dan jelas menurut pandangan para ulama’ tasawwuf. Seperti Rosulullah bersabda :

لَا يَسْتَكْمِلُ الْعَبْدُ الْاِيْمَانَ حَتَّى تَكُوْنَ قِلَّةُ شَيْئٍ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ كَثْرَتِهِ وَحَتَّى يَكُوْنَ اَنْ لَا يُعْرَفَ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ اَنْ يُعْرَفَ


Tidak sempurna iman seorang hamba sehingga sesuatu (harta dan dunia) yang sedikit lebih ia cintai daripada sesuatu (harta dan dunia) yang banyak, dan tidak dikenal lebih lebih ia cintai daripada dikenal.”
Read more ...

Saturday, January 4, 2014

Sholawat Nariyyah dan Terjemah

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا, عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ, وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ, وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ, وَتَنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنَ الْخَوَاتِمِ, وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ, وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَفَسٍ, بِعَدَدِ كَلِّ مَعْلُوْمٍ لَّكَ.

Ya Allah, berikanlah rohmat (kasih sayang) dan kesejahteraan yang sempurna, kepada Nabi Muhammad yang mana lantaran beliau terlepaslah ikatan (ikatan kesensaraan), hilang kesusahan, tertunaikan kebutuhan (keinginan), tercapai kesenangan dan khusnul khotimah (akhir yang baik), dan tercurahkan hujan rohmat lantaran diri beliau yang mulia, serta kepada para keluarga dan sahabat beliau di setiap kedipan mata dan hembusan nafas sejumlah semua yang Engkau ketahui
Read more ...

Wednesday, January 1, 2014

Sholawat Munjiyat dan Terjemah

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ, وَتَقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ, وَتَطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ, وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ, وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ, وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اِنَّكَ عَلٰى كَلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah, berilah rohmat yang sempurna dan kesejahteraan kepada baginda kami, Nabi Muhammad, yang mana Engkau bisa menyelamatkan kami lantaran rohmat tersebut dari halangan dan bencana, Engkau menunaikan bagi kami lantaran rohmat tersebut kebutuhan-kebutuhan kami, Engkau membersihkan kami lantaran rohmat tersebut dari semua keburukan, Engkau mengangkat kami di sisi-Mu lantaran rohmat tersebut pada derajat yang tertinggi, dan Engkau sampaikan tujuan kami lantaran rohmat tersebut dari semua kebaikan di dalam kehidupan dan setelah kematian, serta para keluarga dan sahabat beliau. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu” 

Download File = ArjuRohmah

SEmoGA beRManFAat !!!
Read more ...

Tuesday, December 31, 2013

Doa Qunut dan Terjemah

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ. فَأِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضٰى عَلَيْكَ. وَاِنَّهَ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلَا يَعِزَّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ. فَلَكَ الْحَمْدُ عَلٰى مَا قَضَيْتَ, اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Ya Allah, tunjukkanlah aku sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesejahteraan (kesehatan) sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesejahteraan, peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara, berkahilah aku dalam apa yang Engkau berikan, dan jagalah aku dengan kasih-Mu atas buruknya apa yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkau menentukan (segala sesuatu) dan tiada seorang pun mampu yang menentukan-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau muliakan dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Bertambah berkah dan luhur Engkau, wahai Tuhan kami. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tentukan, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah melimpahkan rohmat dan kesejahteraan kepada baginda kami, Muhammad, nabi ummy (tidak bisa membaca dan menulis) serta keluarga dan sahabat beliau

DOWNLOAD FILE INI => ARJUROHMAH

SEMOGA BERMANFAAT ^_^
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com
Back to top